Rido

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 06 Oktober 2019

Virtualisasi Network Attach Stroage (NAS) dengan FreeNAS

Berikut adalah Melakukan Virtualisasi NAS dengan FreeNAS 
1       VirtualBox
Virtualbox adalah software virtualisasi untuk menginstall sebuah Operating System (OS), kata virtuallilsasi yaitu Mengubah/mengkonversi (sesuatu) ke bentuk simulasi dari bentuk yang nyata atau real. Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi Microsoft Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi Microsoft Windows. (Praveen G, Prof. Vijayrajan, 2011)
Fungsi dari Virtualbox sebagai:
1.   Sebagai system operasi yang berbeda dengan system operasi utama
2.   Berfungsi untuk membuat sebuah simulasi jaringan
3.   Berfungsi  sebagai simulasi menguji sebuah security pada system operasi  ataupun website
4.   Berfungsi sebagai aplikasi virtual machine pengganti fisik dari PC.

Gambar 1 Logo Oracle VirtualBox

2       FreeNAS
FreeNAS adalah distro khusus untuk digunakan sebagai sistem operasi Network Attached Storage (NAS) yang dibangun diatas landasan FreeBSD. Pada versi terakhir saat ini (9.2.1.8), FreeNAS tidak lagi memberi peluang untuk memanfaatkan harddisk dimana sistem operasi FreeNAS ditanamkan untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan data (storage). Dengan demikian FreeNAS bisa di install melalui Virtualbox. ( Titis Indra Suhadi, Jonifan 2017)
Selain itu FreeNAS juga merupakan sistem operasi populer yang sudah dikemas untuk memberikan layanan network/shared storage. FreeNAS memiliki kelebihan dalam bentuk :
1.      Ukuran file ISO yang cukup kecil (150 MB) sehingga proses instalasi berjalan dengan cepat dan performance sistem tidak terbebani oleh aplikasi yang dipergunakan
2.    Mudah dikonfigurasi. FreeNAS mudah dikonfigurasi baik menggunakan web maupun konsole
3.      Kelengkapan Feature. FreeNAS memiliki service yang beragam, mulai dari Samba, NFS, iSCSI dll
Beberapa  hal yang di butuhkan sistem untuk FreeNAS
1.      Arsitektur sistem 64 bit Meski FreeNAS tersedia untuk32-bit dan 64-bit, rekomendasinya gunakan 64 bit, baik atas pertimbangan memory yang bisa digunakan maupun terkait dengan sistem partisi. Jika menggunakan sistem 32 bit atau memory < 4 GB sebaiknya gunakan sistem partisi UFS
2.      Virtualbox Merupakan tempat untuk mengkonfigurasi FreeNAS dan dapat mengatur besar memori yang digunakan untuk penyimpanan data 
3.      Network Interfaces  yang digunakan yaitu jaringan  Hostpot.( Titis Indra Suhadi, Jonifan 2017). Logo FreeNAS di tunjukan pada Gambar 2

Gambar 2 Logo FreeNAS

3            Network Attached Storage (NAS)
Sistem Network Attached Storage adalah perangkat penyimpanan yang tersambung ke jaringan dan memungkinkan penyimpanan maupun pengambilan data dari lokasi terpusat untuk pengguna jaringan dan klien heterogen yang sah. Sistem NAS fleksibel dan terukur, yang berarti saat Anda memerlukan penyimpanan tambahan, Anda dapat menambahkannya ke perangkat yang Anda miliki. NAS layaknya seperti memiliki cloud pribadi di kantor. Lebih cepat, lebih murah, dan memberikan semua manfaat cloud publik di lokasi, memberi Anda kendali penuh.
Dengan sistem NAS, data dapat selalu diakses, sehingga memudahkan pegawai untuk mencari data yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat waktu,. Karena perangkat NAS selayaknya cloud pribadi, data dapat diakses dari jauh menggunakan sambungan jaringan, yang berarti pegawai dapat bekerja di mana pun dan kapan pun.( Seagate, 2012)

 4              Hotspot dan Wifi
Sebuah hotspot adalah tempat yang menyediakan akses internet menggunakan akses internet menggunakan wifi  Sebuah hotspot dibuat menggunakan perangkat yang di kenal sebagai  jalur akses. Dalam penggunaan umum baik hotspot dan jalur akses dapat berarti hal yang sama  jalur akses biasanya sebuah perangkat yang terhubung ke router atau gateway  yang terhubung ke internet. Jalur akses memungkinkan sebagai perangkat yang terhubung menggunakan wifi dan memberikan mereka internet melalui router yang terhubung dalam router nirkabel modern router dan jalur akses yang  terintegrasi ke dalam satu perangkat tunggal .
Hotspot Wifi dapat di temukan di tempat-tempat umum sereta di tempat-tempat pribadi. Saat ini, banyak di tempat-tempat umum di dunia seperti bandara, took, restoran, hotel, rumah sakit, perpustakaan, telpon umum,stasiun kereta, perkantoran, sekolah dan unuversitas memiliki hotspot. Hotspot  bisa disetting di rumah juga dengan hanya menghubungkan router nirkabel ke internet melalui ADSL atau 3G. (Sridianti. 2019).

5. Perancangan Sistem NAS(Network Attached Storage)
Sistem NAS (Network Attached Storage) ini dirancang untuk digunakan dalam lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu, oleh karena itu hak akses user atas sistem informasi ini dibatasi penggunaannya. User sistem informasi ini ada dua yaitu hanya Administrator. Administrator adalah user yang dapat mengelola data yang akan di simpan di NAS agar seluruh data yang ada pada kantor Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu bisa lebih terpusat pada satu komputer/PC.

Gambar 3 Persiapan Pembuatan Sistem Network Attached Storage (NAC)

6            Pembuatan Virtual Hard Disk di VirtualBox
Penginstalan FreeNAS di VirtualBox bertujuan untuk membuat tempat penyimpanan dalam skala yang lebih besar.
Gambar 4 Pembuatan Virtual Machine

Setelah pembuatan Virtual Machine selesai langkah selanjutnya yaitu menentukan ukuran hard disk yang akan digunakan agar sistem operasi dari FreeNAS didukung untuk di install di VirtualBox. Ukuran hard disk yang perlukan di sistem operasi ini sebesar 5GB. 


Gambar 5 Pembuatan Virtual Hard Disk Size sebesar 5GB

Selanjutnya membuat disk baru, pada bagian ini kita bisa melakukan pengaturan terhadap media penyimpanan yang ada pada mesin virtual. Mulai dari menambah baru, menghapus, atau bahkan menambah jenis kontrol (interface) pada media penyimpanan tersebut, mulai dari IDE (Integrated Drive Electronics), SATA (Serial ATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS (Serial Attached SCSI), Floppy, USB (Universal Serial Bus) atau NVMe (Non-Volatile Memory Express). (Gufron Rajo Kaciak, 2014).
Gambar 6 Pembuatan Disk yang Baru

Selanjutnya, nama file virtual hard disk baru yang akan dibuat. Dan juga ukuran virtual hard disk yang akan dibuat. Ukuran maksimal virtual hard disk baru yang dibuat secara GUI adalah 2 TB. Namun pada sistem ini hanya membutuhkan 10GB.
Gambar 7 Pembuatan Disk yang Baru dengan Ukuran 10GB

Selanjutnya memasukan file ISO FreeNAS yang akan di install. File ISO yang digunakan versi FreeNAS-9.2.1.8-RELEASE-x86.
Gambar 8 Memasukan File ISO FreeNAS

Selanjutnya, mengatur network adapter. Network adafter yang digunakan yaitu bridged adapter. Adapun bridged adapter adapter ini merupakan sebagai sambungan untuk penyimpanan data dengan nama Qualcomm Atheros AR956x Wireless Network Adapter. Maksud dari Qualcomm Atheros AR956x Wireless Network Adapter ini, sistem yang akan digunakan harus terhubung pada jaringan Wifi atau Hotspot.

Gambar 9 Pengaturan Natwork Bridged Adapter

7              Proses Penginstalan FreeNAS
Penginstalan FreeNAS merupakan file ISO yang telah dimasukan pada virtual machine  dapat di install 

Gambar 10  Install/Upgrade klik OK
Selanjutnya, memilih hard disk yang digunakan untuk tempat penyimpan. Hard disk yang digunakan yaitu hard disk yang berukuran 5.3 GB.
            
                                           Gambar 11 Pemilihan Hard Disk  5GB 


Selanjutnya menunggu proses penginstalan FreeNAS 

Gambar 12 Proses Penginstalan Sedang Berjalan

Selanjutnya, proses penginstalan FreeNAS telah sukses 

Gambar 13 Penginstalan Sukses

Selanjutnya melakukan perebootan atau melakukan restart pada sistem gunanya untuk pengecekan pada FreeNAS sudah terinstall atau belum.

Gambar 14 Shutdown System
Pada tahapan selanjutnya merupakan proses shutdown system 

Gambar 4.13 Proses Shutdown System

Setelah  selesai melakukan shutdown system langkah selanjutnya adalah menghapus file ISO FreeNAS yang telah diinstall. Hapus file ISO FreeNAS

Gambar 15 Hapus file ISO FreeNAS

Setelah melakukan penghapusan file ISO FreeNAS langkah selanjutnya adalah menjalankan sistem FreeNAS tersebut. Proses ranning FreeNAS ditunjukan pada Gambar 4.15 .

Gambar 4.15 Proses Running FreeNAS

Setelah proses running  FreeNAS selesai, sistem FreeNAS mendapatkan alamat IP yang akan digunakan oleh administrator untuk mambuka server FreeNAS ditunjukan pada Gambar 16

Gambar 16 Proses Ranning FreeNAS telah mendapatkan IP
8               Pegujian FreeNAS Pada Web Browser
Pada pengujian FreeNAS ini di web browser dari IP yang di dapatkan tadi. Pada web ini Admin dapat menambahkan user atau pengguna baru  seperti kepala dinas, kepala bidang kebudayaan, kepala bidang objek dan kepala bidang pemasaran. Di web ini kita dapa mengatur volume nya, volume disini artinya menambah kan sebuah file shere pada web FreeNAS sebagai tempat penyimpanan. Kemudian membuat shering windows agar FreeNAS berfungsi sebagai tempat penyimpanan terpusat.
Pada tampilan pembuatan password administrator merupakan tampilan awal pada Web Server FreeNAS dan juga tempat untuk membuat password baru untuk administrator ditunjukan pada Gambar 17

Gambar 17 Tampilan Pembuatan Password Administrator

Setelah melakukan perubahan password admin dapat untuk melakukan proses login pada Web Server FreeNAS ditunjukan pada Gambar 18

Gambar 18 Halaman Login User Admin

Setelah melakukan login akan muncul  tampilan yang ditunjukan pada Gambar 19

Gambar 19 Tampilan Setelah Login

Setelah melakukan login dan tampilannya, langkah selanjutnya adalah membuat volume untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan data. Volume ini dibuat dengan nama Share. Tampilan volume pada FreeNAS dengan nama Share dapat ditunjukan pada Gambar 20

Gambar 20 Tampilan Pembuatan Volume Pada FreeNAS dengan Nama Share

Setelah melakukan pembuatan volume Share selesai di Add akan muncul pemberitahuan bahwa volume berhasil dibuat, dapat ditunjukan pada Gambar 21

Gambar 21 Tampilan Volume yang Telah Selesai dengan Nama Share

Setelah melakukan pembuatan volume, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data kepala dinas dan user tersebut diberi nama Kepala Dinas yang ditunjukan pada Gambar 22

 
Gambar 4.22 Pembuatan User Baru dengan Nama Kepala Dianas

Setelah melakukan pembuatan user Kepala Dinas, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data kepala kebudayaan dan user tersebut diberi nama Kepala kebudayaan yang ditunjukan pada Gambar 23

Gambar 23 Pembuatan User Baru dengan Nama Kepala Objek

Setelah melakukan pembuatan user kebudayaan, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data Kepala Object dan user tersebut diberi nama Kepala Objec yang ditunjukan pada Gambar 24

Gambar 24 Pembuatan User Baru dengan Nama Kepala Kebudayaan

Setelah melakukan pembuatan user Objec, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data Kepala Pemasaran dan user tersebut diberi nama Kepala Pemasaran yang ditunjukan pada Gambar 25


Gambar 25 Pembuatan User Baru dengan Nama Kepala Pemasaran

Setelah melakukan proses pembuatan user, user tersebut akan tampil yang ditujukan pada Gambar 26

Gambar 26 Penambahan User Baru Telah Berhasil di Tambahkan

Setelah berhasil membuat user baru langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Dinas dapat di tunjukan pada Gambar 27

Gambar 27 Pembuatan Sharing Windows dengan Nama Kepala Dinas

Setelah berhasil membuat Sharing Windows langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Objec dapat di tunjukan pada Gambar 28

Gambar 28 Pembuatan Sharing Windows dengan Nama Kepala Objec
Setelah berhasil membuat Sharing Windows langkah selanjutnya adalah membuat Searing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Kebudayaan dapat di tunjukan pada Gambar 29


Gambar 29 Pembuatan Sharing Windows dengan Nama Kepala Kebudayaan

Setelah berhasil membuat user kepala kebudayaan  langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Kebudayaan dapat di tunjukan pada Gambar 30

Gambar 30 Pembuatan Sharing Windows dengan Nama Kepala Pemasaran
Setelah melakukan pembuatan sharing wimdows langkah selanjut  adalah menampilkan file sharing windows dapat di tunjuksn pada Gambar 4.31


Gambar 4.31 Pembuatan Sharing Windows Telah Berhasil

Setelah pembuatan Sharing Windows berhasil langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian pada sistem. Dengan menggunakan alamat IP //192.168.43.82 administrator dan user yang telah ditentukan bisa mengakses alamat IP tersebut. Pengujian Pada Run Bahwasannya FreeNAS Berjalan dengan Baik atau Tidak ditunjukan pada Gambar 4.32


Gambar 4.32 Pengujian Pada Run Bahwasannya FreeNAS Berjalan dengan Baik atau Tidak

Setelah melakukan pengujian dengan alamat IP yang dapat dari FreeNAS langkah selanjutnya akan tampil beberapa folder. Folder –folder tersebut dapat dikelolah oleh seluruh pegawai. Folder –folder tersebut dibuat agar mudah untuk pencarian data yang di perlukan dan juga menggunakan pengamanan pada folder setiap bidangnya dapat ditunjukan pada Gambar 4.33


Gambar 4.33 Pengujian Berhasil Terdapat pada komputer server

Setelah melakukan pegujian pada komputer server langakah selanjutnya adalah melakukan pengujian IP pada komputer client, pada pengujian ini terdapat folder-folder yang telah diberikan pengamanan dari server FreeNAS dapat ditunjukan pada Gambar 4.34


Gambar 4.34 Pengujian IP Server FreeNAS Pada Komputer Client

SEKIAN TERIMAKASIH